Readlog: I Want to Eat Your Pancreas




Novel ini menceritakan tentang seorang anak sekolah perempuan bernama Yamauchi Sakura yang memiliki penyakit pankreas sejak kecil. Pankreasnya tidak normal—karena itu, dia hidup dengan kesadaram bahwa dia bisa mati kapan saja karena penyakitnya; bahwa mungkin saja usianya di dunia ini tak lama lagi. 

Namun alih-alih bersedih, dia selalu menampakkan sikap yang ceria seolah tidak terjadi apa-apa dan seolah ia tidak sedang memiliki penyakit mematikan. Dia bahkan merahasiakan penyakitnya kepada seluruh teman sekolahnya, termasuk teman dekatnya sendiri, Kyoko. Kecuali... Shiga Haruki. Teman sekelasnya yang cukup kuper dan sangat pendiam bahkan tidak punya teman. Kerahasiaan yang terungkap ini bukan karena disengaja, namun karena ketidaksengajaan Shiga Haruki menemukan buku "memoir" milik Sakura. 

Di bangku rumah sakit, Haruki menemukan sebuah buku berjudul "Living With Dying", yang ternyata adalah sebuah buku kecil serupa novel, yang isinya ditulis tangan sendiri oleh penulisnya, Sakura. Isinya adalah diary sakura tentang kehidupannya sehari-hari. 

Dari situlah keduanya kemudian dekat. 


Keduanya seperti kutub utara dan selatan; seperti jam enam dan dua belas, selalu bertolak belakang. Sakura orang yang sangat ceria, ramah, dan mudah bergaul dengan semua orang, sedangkan Haruki orang yang banyak diam, penyendiri, suka membaca buku, dan sulit berbaur. 


Kedua sifat yang bertolak belakang inilah yang membuat mereka saling melengkapi. 


Sakura memberikan pelajaran bagi Haruki bahwa, berhubungan dengan orang lain tidak seburuk itu—meskipun sulit. Haruki hadir dalam hidup Sakura membuat hari-hari Sakura lebih "hidup". Walaupun karakter Sakura digambarkan sangat ceria, tapi tentu saja, sebenarnya Sakura takut menghadapi akhir dari hidupnya. Lewat kedua tokoh ini, baik Haruki maupun Sakura, keduanya sama-sama belajar mengenai arti hidup. 


Seiring berjalan waktu, perasaan keduanya pun saling tumbuh. Namun ketika keduanya hampir bersatu... maut memisahkan. 


Bukan karena penyakit Sakura, tapi karena.... pembunuhan. 


Inilah plot twist nya yang bikin syok. 


Kesal, haru, sedih, senang, semua rasa bercampur jadi satu ketika membaca novel ini. 

Sayangnya aku agak slow-paced, karena—di usia segini, membaca novel anak remaja adalah sebuah struggle, hahaha ^^; 


But anyways, 

Haruki dan Sakura, kedua anak remaja yang sedang masanya mencari jati diri dan eksistensial mereka, keduanya berhasil memaknai apa iti hidup. 


Namun, di usia yang hampir genap tiga puluh tahun ini, walaupun masa mencari jati diri itu telah lama usai, apakah kita sudah sepenuhnya memaknai apa itu hidup? 


Apakah makna hidup versimu? 


Komentar