Aku masih ingat momen waktu kuliah kurang lebih 10 tahun lalu, di pelajaran kaiwa (conversation), membicarakan tentang kehidupan. Pelajarannya kayak main games ular tangga, di mana ketika gacuknya tiba di angka tertentu, kami membicarakan kehidupan di usia itu. Tibalah giliranku, aku tiba di angka 30. Di saat itu, usiaku 20an. Aku bilang (dalam bahasa jepang, karena memang inilah tujuannya: conversation dalam bahasa jepang), di usia ini, aku menikah. Karena menurutku usia 30 adalah usia yang ideal: ekonomi dan emosi mulai stabil. Tahu tidak, respon teman-temanku cukup bikin aku syok, karena ternyata nggak semua orang berpikir hal yang sama denganku. Dan yang paling kaget adalah respon: "JANGAAAN!" Cukup lantang, seolah pendapatku adalah hal yang amat sangat bertentangan dan hal yang aku ungkapkan adalah hal yang buruk. Tapi ya kembali lagi, hidup masing-masing orang memang berbeda; pilihan hidup, kisah hidup, perjalanannya seperti apa, persimpangan keputusan hid...