Postingan

Gambar
  Aku masih ingat momen waktu kuliah kurang lebih 10 tahun lalu, di pelajaran kaiwa (conversation), membicarakan tentang kehidupan.  Pelajarannya kayak main games ular tangga, di mana ketika gacuknya tiba di angka tertentu, kami membicarakan kehidupan di usia itu. Tibalah giliranku, aku tiba di angka 30. Di saat itu, usiaku 20an. Aku bilang (dalam bahasa jepang, karena memang inilah tujuannya: conversation dalam bahasa jepang), di usia ini, aku menikah. Karena menurutku usia 30 adalah usia yang ideal: ekonomi dan emosi mulai stabil.  Tahu tidak, respon teman-temanku cukup bikin aku syok, karena ternyata nggak semua orang berpikir hal yang sama denganku. Dan yang paling kaget adalah respon: "JANGAAAN!" Cukup lantang, seolah pendapatku adalah hal yang amat sangat bertentangan dan hal yang aku ungkapkan adalah hal yang buruk.  Tapi ya kembali lagi, hidup masing-masing orang memang berbeda; pilihan hidup, kisah hidup, perjalanannya seperti apa, persimpangan keputusan hid...

Dulu aku pernah sedih...

Kayaknya kok banyak banget ya yang bikin aku sedih? Hahaha  Dulu, ada seseorang yang aku kenal, katanya aku menyebalkan.  Ada juga yang bilang kata-kataku pedas dan menusuk hati,  Ada pula yang bilang kalau aku terlalu formal dan kaku.  I tried a lot to fix myself.  Dan kalau dilihat kembali, semua perkataan itu ada benarnya.  Aku pernah ngerasa sediiih banget waktu aku dibilang terlalu dingin dan kaku.  I didn't choose ti be like that; aku juga kalau bisa, ingin jadi orang yang ramah ke semua orang. Ingin jadi orang yang ceria and loved by everyone. Waktu itu, yang menenangkan kesedihan dan kekhawatiranku itu getta.  Katanya: kamu nggak sedingin itu. Kamu nggak berniat buat jadi orang yang dingin, itu cuma watak aja dan teman yang beneran teman nggak akan mempermasalahkan itu. Kita nggak bisa membahagiakan semua orang, tetep fokus berbuat baik aja, toh sikap dingin bukan perbuatan jahat But still, I tried not to be that cold.  Buat bergaul s...

Makeup is difficult

Me is not girly, at alllll  Zaman sekolah, setiap hari datang dengan bareface alias muka polosan tanpa makeup, dan juga tanpa skincare (waktu itu.. belum booming dan informasinya belum luas kayak sekarang) Setiap hari hanya pakai sabun wajah, merknya larissa, pakai produk face wash green tea (karena ibu dan kakak pakainya itu, dan mulai pakai sejak SMP sampai SMA, kuliah awal semester juga pakai itu), paling mentok ya cuma bedak tabur yang gak sampai setengah hari udah hilang bedaknya But still, me in my prime era, SMP kelas 2 was pretty even with bareface <3 SMA tuh biasanya anak-anak remaja pada kenal makeup, tapi aku enggak.  Baju juga paling celana jeans dan pakai kaos, plus jaket. Sama sekali nggak stylish (kalo dipikir, aku agak menyesal)  Kuliah juga, dahlah yang penting pakai baju yang nyaman. Tapi, ada kemajuan, dikiit 🤏  Aku mulai pakai bb cream atau alas bedak dan bedak tabur, juga pakai lipbalm. Atau sekedar vaseline lips buat melembapkan bibir aja. Z...