Dulu aku pernah sedih...

Kayaknya kok banyak banget ya yang bikin aku sedih? Hahaha 


Dulu, ada seseorang yang aku kenal, katanya aku menyebalkan. 

Ada juga yang bilang kata-kataku pedas dan menusuk hati, 

Ada pula yang bilang kalau aku terlalu formal dan kaku. 



I tried a lot to fix myself. 

Dan kalau dilihat kembali, semua perkataan itu ada benarnya. 


Aku pernah ngerasa sediiih banget waktu aku dibilang terlalu dingin dan kaku. 

I didn't choose ti be like that; aku juga kalau bisa, ingin jadi orang yang ramah ke semua orang. Ingin jadi orang yang ceria and loved by everyone.


Waktu itu, yang menenangkan kesedihan dan kekhawatiranku itu getta. 


Katanya: kamu nggak sedingin itu. Kamu nggak berniat buat jadi orang yang dingin, itu cuma watak aja dan teman yang beneran teman nggak akan mempermasalahkan itu. Kita nggak bisa membahagiakan semua orang, tetep fokus berbuat baik aja, toh sikap dingin bukan perbuatan jahat


But still, I tried not to be that cold. 


Buat bergaul saja susah, apalagi bisa berbuat baik sama orang lain. 

Sebagai seorang introver yang sangat memperhatikan detail, kapasitasku hanya bisa memperhatikan sedikit orang tapi benar-benar memperhatikannya dengan detail. Kalau terlalu banyak orang? Aku overwhelemed. Karena itu, aku nggak bisa ramah sama semua orang dan buat sebagian orang yang "di luar kapasitasku", mereka akan menganggapku orang yang kaku dan dingin. 


Tapi aku cukup senang, ternyata aku bisa sedikit lebih baik daripada dulu. 

Dulu aku jarang pakai emot, dan jaraaaaang sekali mengungkapkan apa yang aku rasakan. 


Sekarang, kalau ada kesempatan, akan kusampaikan apa yang aku rasakan, terutama apabila aku berterima kasih kepadanya. 


Thank you for being by my side. 

Thank you for being there. 

Thank you for being my friend. 


Terima kasih.... 

Komentar